07/10/2007

July 9th, 2007

Putus cinta,…
Lihat kita yang beranjak tua
Masih saja menangis diputus cinta
Nikmat dunia tak berasa, bahkan
Orang tercinta yang masih tersisa
Seringkali tak menjadi perhitungan kita
Sayang kenapa kau mendua?
Pernahkah kau diputus cinta?
Kenapa tak ada alarm di otak kita
Yang dapat mendeteksi kau yang akan mendua?
Jika ada, maka aku takkan merangkai asa
Sayang kenapa kau mendua?
Pernahkah kau diputus cinta?
Seluas jagad raya yang terasa kosong dan hampa
Seperti itu pula yang kupunya


Inspired By "Broken Ambar"

06/25/2007

My Bunny BUn

Disini kami biasa bersuara
Lewat sini kami bicara
Dengan cara ini kami bicara jujur
Juga melalui hati
Terkadang cara ini gak berhasil karena aku yg gak sabaran
Dan kamu yang kelewatan
Disini juga aku tau kau tengah sakit
And there’s nothing I can do
I wish I had the entire world
I would be gone by now
Next to you…
Coz I miss U too…

Sama Pilu

Jam segini, siang bolong begini biasanya kau tak ada
Jam segini, siang bolong begini aku teringat kamu
Jam segini, siang bolong begini rasaku ingin berlari
Jam segini, siang bolong begini asaku ingin bersama
Jika ku cari kau… Jam segini, siang bolong begini…
Kau akan berkata, aku sedang ini dan lagi disini dan aku tak bisa
Jadilah aku Jam segini, siang bolong begini…
Memeluk asa dalam angan menangis sendiri
Maka aku di Jam segini, siang bolong begini…
Berharap sayap Tuhan beserta dirimu
Selalu…


Teruntuk Kau yang tetap setia disana, tetaplah begitu.